Ternyata, pilihan Sisil—panggilan akrab Cecilia Arianti—juga menjadi pilihan banyak remaja lainnya. Hasil survei yang dilakukan oleh Spire Research & Consulting belum lama ini menunjukkan, remaja berusia 13-18 tahun memang mengetahui dan menyukai Pond’s. Setidaknya, dari 1.000 responden di lima kota besar (Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar), sebesar 40%-nya menyatakan mengetahui dan 18%-nya menyukai merek Pond’s.
Menanggapi hasil survei tersebut, manajemen Unilever Indonesia mengungkapkan, sesungguhnya formula Pond’s (pembersih dan pelembab) tepat untuk kulit para remaja dan perempuan Asia, khususnya Indonesia. Format dasar Pond’s White Beauty adalah vanishing base yang mudah menyerap pada kulit. Pond’s mengerti bahwa di negara tropikal seperti Indonesia, kulit cenderung lebih berminyak dibandingkan di negara-negara Eropa atau Amerika.
Maka dari itu, Pond’s mengajak remaja putri untuk mulai mengerti pentingnya ritual perawatan kulit. Sebab, apabila terawat sejak dini, kondisi kulit akan tetap prima sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Juga, membantu remaja itu sendiri dalam menggapai cita-cita dan kehidupan sosialnya. Menurut Fiona Anjani Foebe, Senior Brand Manager Pond’s, para remaja putri di masa puber sudah mulai memperhatikan kepentingan merawat diri dan kecantikan, terutama wajah. Karena, kehidupan sosial sangat penting bagi mereka. Kecenderungan itu membuat mereka mencari produk-produk kecantikan yang cocok. Selaku produsen Pond’s, Unilever Indonesia tak mau menyia-nyiakan peluang itu.
“Dari karakter remaja putri yang kami ketahui, kemudian kami menuangkannya menjadi ide komunikasi iklan dan aktivitas-aktivitas lain yang menarik. Contohnya, Pond’s Dream Access,” kata Fiona. Pond’s Dream Access (PDA) yaitu previledge card khusus untuk remaja putri di Bandung, Jawa Barat, yang penuh percaya diri, memiliki pergaulan luas, open-minded, gaya, dan siap untuk eksis. Berdasarkan consumer insight yang digali Unilever Indonesia, ternyata menunjukkan eksistensi diri bagi remaja putri di kota Bandung amat penting. Mereka menyatakan dirinya sosok yang penuh rasa percaya diri, utamanya akan kecantikan yang dimiliki. Mereka juga menikmati kecantikannya tersebut dan berusaha untuk tampil beda agar eksistensinya diakui oleh lingkungan sekitarnya.
Program PDA yang diluncurkan pada akhir Juli 2007 ini direncanakan berlangsung satu tahun dengan meluncurkan tiga edisi kartu PDA, yaitu Pink PDA, Green PDA, dan Gold PDA. Pink PDA diperkenalkan sebagai kartu edisi perdana dan pada catur wulan kedua diganti dengan Green PDA, selanjutnya pada catur wulan ketiga diganti menjadi Gold PDA. Pada pertengahan tahun 2008, akan diumumkan siapa yang berhak mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan mimpi dan tampil menunjukkan eksistensinya. Para remaja putri pemegang kartu PDA dapat menikmati berbagai diskon harga di merchant-merchant terkemuka, seperti boutique dan distro, kafe, salon, studio foto, atau karaoke. Di akhir ajang tersebut, bagi remaja putri terpilih yang memiliki ketiga kartu PDA akan memperoleh kesempatan mengikuti kelas eksklusif. Di kelas tersebut mereka akan diajarkan menjadi penyanyi, model, atau presenter profesional.
Dari masing-masing kelas akan dipilih satu pemenang. Pemenang itu akan mendapatkan kesempatan menjalani impiannya, umpamanya menjadi cover girl majalah, berduet dengan penyanyi terkenal, atau menjadi announcer radio. Mereka juga berkesempatan memenangkan paket liburan impian ke Phuket, Thailand. Dan bukan cuma itu. In-store activation dan school to school & mall road show (Pond’s White Class & Pond’s Beautylogy) merupakan langkah-langkah lain yang dilakukan Unilever Indonesia untuk lebih mendekatkan merek Pond’s kepada target market-nya. Penyelenggaraannya dibantu oleh para activation agency dengan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk reaching awareness pada target market tersebut. Cerita cinta (romance) adalah topik yang sangat relevan terhadap kehidupan remaja. Karena itu, apabila diperhatikan secara saksama, ujar Fiona, di iklan-iklan Pond’s ada sisipan pesan emosional yang berhubungan dengan romantika atau cinta agar menjadi lebih relevan terhadap audience-nya.
Dari sisi penyebaran produk, tim sales dan distribusi Unilever Indonesia juga telah berhasil menempatkan Pond’s White Beauty mulai dari pasar modern (hipermarket, supermarket, minimarket) hingga general trade (toko kosmetika, toko kelontong). Sehingga, harganya pun mempunyai range yang pas terhadap setiap income level (mass maupun semi-premium). Oleh sebab itu, selain Pond’s White Beauty, ada pula Pond’s Flawless White dan Pond’s Age Miracle untuk wanita yang lebih tua.
Yang pasti, dengan langkah-langkah seperti itu, awareness dan penjualan Pond’s diketahui cukup menggembirakan. Sayangnya, Fiona menolak menyebutkan seberapa besar angka yang membuat Unilever gembira. Ia hanya menjawab, “Hasilnya cukup baik dan penjualan kami selalu tumbuh setiap tahun. Kunci sukses kami adalah selalu berpicu kembali kepada kebutuhan konsumen, mengenal konsumen, dan up-to-date dengan cara-cara baru menggapai konsumen”.
Untuk diketahui, Unilever Indonesia beroperasi sejak tahun 1933 dan telah tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer products dengan puluhan merek, salah satunya Pond’s. Pada tahun 2006, perusahaan ini berhasil meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 19% atau menjadi Rp 1,7 triliun. Sementara itu, penjualannya tumbuh sebesar 13,4% menjadi Rp 11,3 triliun. Pertumbuhan itu semakin mengukuhkan kekuatan Unilever Indonesia sebagai market leader di consumer product.
Kalau market share produk ponds dan kompetitornya berapa ya?
Terima Kasih sebelumnya,
Maap baru OL lg neh,,waduh ibu retno untuk market share saya tidak bisa banyak membantu karena data yg saya punya jg tidak ada,saya hanya bisa memberikan data budget iklan yg mereka keluarkan,,semoga bisa membantu
Berdasarkan data Nielsen Media Research, sepanjang 2005
P & G hanya menghabiskan Rp 74,68 miliar untuk mengomunikasikan Olay (semua varian) di berbagai media. jauh lebih besar dibanding tahun 2004 yang hanya Rp 5,3 miliar, tetapi jumlah tsb masih tidak ada apa-apanya dibanding Pond’s. Tahun 2005, belanja iklan Pond’s (semua varian) mencapai Rp 377,46 miliar, meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2004, Rp 267,21 miliar. Bahkan, belanja iklan P & G masih di bawah Biore (Kao), pemain utama lainnya di kategori ini, yang menghabiskan Rp 111,44 miliar.
Saya ingin tahu Target market dari produk Ponds Flawless White..Kira2 Anda dapat memberikannya??Atau dapatkah Anda membantu saya untuk mendapatkannya??
Terima kasih..
goChiet@gmail.com
punya market share produk ponds di tahun-tahun terakhir ini nggak?Pertanyaan saya mirip dengan pertanyaan bu retno nih..Saya sedang skripsi soal iklan bersambung pond’s flawless white.. Ada yang punya data-datanya nggak ya?
Sebelumnya Terima kasiiiiiiih………
aku lg bikin tesis ttg iklan pond’s yg bersambung…persepsi konsumen tentang iklan ponds yang bersambung…
tahu ga jurnalnya pake apa?thx
bisa lebih spesifik lagi maksud jurnal disini itu literatur nya?? klo yg ditanya studi apa yg bisa menjelaskan ttg persepsi konsumen itu bisa dibaca/cari mengenai konsumen behaviour..